Kedewasaan tidak bergantung umur. Yang tua tidak selalu lebih dewasa. Yang muda juga tidak selalu yang kekanakan.
"Anak sulung, cenderung dewasa, bungsu biasanya kekanakan"
Tidak semuanya juga benar.
Dalam keseharian yang ku lihat, di dunia kerja terutama, seorang yang dewasa dan yang kekanakan akan terlihat.
Bisa bekerja dengan tim, terbuka dengan masukan, menghadapi masalah dengan tenang, mengakui kesalahan, problem solver bukan trouble maker, hehe...
Jangankan di dunia kerja, kayaknya buat jadi imam boleh juga tuhh.. Hihi #baper mode on
Wahhh, kriterianya siiip bener dahhh.. pribadi jempolan..
Anda kah ituuu ??
Pokoknya, mari berproses menjadi dewasa..
Kamis, 20 April 2017
Senin, 13 Maret 2017
Terjun bebas
Seharian hanya jariku yang berlarian
Tubuh ini lebih banyak terduduk dan terbaring
Bermalas-malasan bukan dengan sengaja..
Hanya memanfaatkan kesempatan yang ada
Kapan lagi acara hari senin bisa full 24 jam drumah.. Hehe, ambil positifnya saja.. Quality time sama bapak ibu
Padahal biasanya bisa mondar mandir motoran 4x sehari lewat jalan yang sama
Barangkali lubang dijalanan itu kangen sama ban motorku
Tapi apa mau dikata,
Untuk menopang badan ku saja sulit
Pdahal cuma 50 kilo.. Hehe
Apalagi untuk menyangga motor?? Juga untuk oper gigi, kakiku masih kelu
Minggu itu
12 Maret 2017
Setelah ku lepaskan semuanya..
Kupikir langkahku jadi sangat ringan
Sampai sampai, terjun bebas dari anak tangga.. Untung tdak jatuh ngglundung,
Hanya saja kaki kiriku terkilir
"Mikiri apa mbak? " celetuk Pak Satpam
HHehe
Kupaksakan bawa motor smpe rumah.. Sempet beli bensin di pom malah...
Rasa tidak nyaman menjadi, sampai dirumah..
Sampai sampai jadwal bimbel kubuat libur, dan ku merasakan diurut untuk pertama kali dlam hidup..
Tak tahu, apa benar melepasnya begitu ringan?? Yang jelas masih dan masih berusaha melepaskan, dengan segala keterterimaan, pada Mu segalanya berserah
Pelajaran belum lama ini dri Eyang :Sing ati ati Nduk, lagi sing ati ati, jenenge apes ra iso ditolak
Yahh, aku lagi apes, qodarullah.. Makin menyadari nikmat sehat itu amat berharga
Tubuh ini lebih banyak terduduk dan terbaring
Bermalas-malasan bukan dengan sengaja..
Hanya memanfaatkan kesempatan yang ada
Kapan lagi acara hari senin bisa full 24 jam drumah.. Hehe, ambil positifnya saja.. Quality time sama bapak ibu
Padahal biasanya bisa mondar mandir motoran 4x sehari lewat jalan yang sama
Barangkali lubang dijalanan itu kangen sama ban motorku
Tapi apa mau dikata,
Untuk menopang badan ku saja sulit
Pdahal cuma 50 kilo.. Hehe
Apalagi untuk menyangga motor?? Juga untuk oper gigi, kakiku masih kelu
Minggu itu
12 Maret 2017
Setelah ku lepaskan semuanya..
Kupikir langkahku jadi sangat ringan
Sampai sampai, terjun bebas dari anak tangga.. Untung tdak jatuh ngglundung,
Hanya saja kaki kiriku terkilir
"Mikiri apa mbak? " celetuk Pak Satpam
HHehe
Kupaksakan bawa motor smpe rumah.. Sempet beli bensin di pom malah...
Rasa tidak nyaman menjadi, sampai dirumah..
Sampai sampai jadwal bimbel kubuat libur, dan ku merasakan diurut untuk pertama kali dlam hidup..
Tak tahu, apa benar melepasnya begitu ringan?? Yang jelas masih dan masih berusaha melepaskan, dengan segala keterterimaan, pada Mu segalanya berserah
Pelajaran belum lama ini dri Eyang :Sing ati ati Nduk, lagi sing ati ati, jenenge apes ra iso ditolak
Yahh, aku lagi apes, qodarullah.. Makin menyadari nikmat sehat itu amat berharga
Sabtu, 11 Februari 2017
Jadilah yang Terbaik Versi Kita
Tiba-tiba mereka muncul satu persatu.. Dulu teman bermain, teman sekolah, teman kuliah, ataupun teman ketemu di jalan 😅
Tiap orang dengan kesibukan masing masing. Ketika merasa yang lain melesat jauh dan kita hanya mengingsut pelan. Tak perlu iri. Tak perlu ingin menjadi sepertinya.
Karena yang terpenting jadilah yang terbaik versi kita. Toh, jika kita sadari, di luar sana
banyak juga yang menginginkan hidup seperti adanya kita..
Menulis adalah tentang menyemangati diri...
Sweethome,
11 Feb 2017
Aya
Selasa, 07 Februari 2017
Mereka yg Membuatku Terpesona
Terkadang kita merasa paling sesak, sempit dan paling menderita ingin rasanya mengeluh. Menganggap orang lain begitu lapang dan bahagia.
Tapi ternyata, apa yang kita keluhkan adalah sesuatu yang orang lain inginkan.
Aku yang selalu terpesona, kepada mereka yang selalu tampil positif dan bahagia.. Bukan karena mereka tanpa kesempitan hanya saja mereka membiarkan kesulitan dan keluhannya tercecer kemana-mana
Menulis adalah tentang mengingatkan diri..
Kota Lawet, 8-2-2017
Aya
Langganan:
Postingan (Atom)